‘Hevina’ Bus Listrik Buatan LIPI

Juni 29, 2012

bus listrik lipi di indonesiaproud wordpress com

Peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Harteknas) berawal saat bangsa Indonesia berhasil melaksanakan uji terbang pertama pesawat Gatotkaca N-250.

Pada tahun ini, pembukaan peringatan Harteknas ke-17 diramaikan dengan Fun Drive Mobil Listrik Nasional. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah untuk mewujudkan produksi kendaraan irit bahan bakar bertenaga listrik.

Bus listrik yang dibuat Pusat Penelitian Tenaga Listrik dan Mekatronika LIPI ini mampu membawa 15 orang penumpang. Kecepatan maksimal mencapai 100km/ jam.

Baca entri selengkapnya »


Dua Ilmuwan Indonesia Temukan Cara Baru Memproduksi Radioisotop

Juni 12, 2012

 

‘Indonesia berhasil menjadi satu-satunya negara di Asia yang mampu memproduksi radioisotop’

Tahun ini di bawah Direktur utama baru Dr.Ir.Yudi utomo Imardjoko, PT. Batan Teknologi tidak hanya bisa bangkit dari kuburnya bahkan begitu bangkit langsung bisa berlari dengan kencangnya. Larinya pun ke mana-mana termasuk ke puluhan negara Asia.

Padahal tahun 2010 lalu BatanTek sudah dicabut nyawanya. Ini gara-gara ada larangan internasional untuk melakukan pengayaan uranium tingkat tinggi. Ini dikhawatirkan bisa disalahgunakan menjadi senjata nuklir.

Sejak itu PT BatanTek berhenti memproduksi radioisotop. Tim BatanTek sudah berusaha mengubah proses pengayaan uranium menjadi tingkat rendah, tapi tidak mampu. Bahkan BatanTek sudah mendatangkan ahli dari USA untuk menularkan pengetahuan proses uranium tingkat rendah. Tapi juga gagal.

Akibatnya rumah-rumah sakit yang selama ini menggunakan radioisotop dari BatanTek memilih membeli dari sumber lain. Semua pelanggan marah dan memutuskan hubungan. BatanTek praktis mati.

Untunglah Dr Yudiutomo datang dan menjadi dirut baru. Anak Maospati, Magetan, lulusan Fakultas Teknik Nuklir UGM ini memang bukan sembarang orang. Dia meraih gelar doktor di bidang nuklir di Iowa State University USA.

Baca entri selengkapnya »


BPPT Buat Keramba Apung Plastik Tahan Lama

Januari 21, 2011

Salah satu persoalan dalam pembuatan keramba apung saat ini adalah masa pakainya yang relatif pendek. Keramba apung dari kayu cepat lapuk, sedangkan dari drum cepat berkarat karena lama terendam di air. Namun, Sentra Teknologi Polimer (STP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kini menemukan solusinya, yaitu keramba terapung dari plastik yang bisa tahan sampai 50 tahun. Meski demikian, disarankan agar setiap 15 tahun keramba itu ditinjau ulang. ”Keramba ini pun dengan mudah dibongkar pasang sehingga dapat digunakan di sungai, danau, bahkan perairan di laut,” kata Rachmat Wijaya, perekayasa keramba apung plastik dari STP BPPT di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang Selatan pada 13 Januari 2011.

Baca entri selengkapnya »


MUHAMMAD THOHA: Lulusan SMA yang Bergelar ‘Sang Pakar Aeromodelling’

Januari 9, 2011

Muhammad Thoha bukanlah lulusan sarjana teknik, melainkan hanya orang biasa lulusan SMA yang berprofesi sebagai pekerja percetakan dan giat menekuni aeromodelling. Di balik kesederhanaan itu, bukanlah menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkarya. Lelaki berusia 60 tahun itu hebat, tekun, dan memiliki semangat yang luar biasa. Bahkan, karya-karyanya tidak kalah bersaing dengan hasil karya orang yang memang mempelajarinya secara formal.

Rumah sederhananya di Condong Catur, Sleman, DI Yogyakarta dipenuhi tumpukan buku, seperangkat komputer, alat-alat rakit elektronik biasa, dan mesin jilid buku. Tak mengherankan kalau banyak orang menyebutnya sebagai bengkel kerja (workshop) ketimbang rumah karena setiap sudutnya dipenuhi barang-barang tersebut.

Kendati demikian, Thoha kerap didaulat menjadi pembicara oleh seorang profesor di depan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan topik aeromodelling, yaitu pesawat model yang lebih berat dari udara dengan ukuran-ukuran terbatas, mempunyai mesin, dan tidak dapat diawaki atau membawa manusia.

Uniknya, dengan barang-barang yang dimiliki seadanya itu dan wawasan pengetahuan autodidak, pria ini telah mengantarkan tim mahasiswa UGM menjadi juara II pada salah satu kategori kompetisi teknologi tepat guna kemahasiswaan se-Indonesia.

Baca entri selengkapnya »


Sub Skimmer Karya Anak Bangsa, Speedboat Ini Mampu Menyelam

November 15, 2010

Subskimmer Angkatan Laut (Foto Defense Studies)

Dalam pameran industri pertahanan yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) juga memajang hasil karyanya sendiri yakni sebuah kendaraan tempur laut, speedboat Sub Skimmer.

Speedboat Sub Skimmer adalah kendaraan operasi tempur di laut yang sangat efektif dan praktis, karena mempunyai kemampuan bermanuver di permukaan laut sekaligus dapat menyelam di dalam air.

Sub Skimmer, perahu karet buatan PT Prima Maritim, rekanan TNI untuk pembuatan alutsista. Sekilas Sub Skimmer memang seperti perahu karet biasa lainnya. Namun peralatan dan teknologi cukup canggih yang dipasang, membuat perahu karet yang ini lebih luar biasa.

Baca entri selengkapnya »


Indonesia Siap Bangun Kapal Perang Canggih Perusak Kawal Rudal (PKR)

November 15, 2010

Kapal PKR-105 kerjasama bareng PAL – Damen Schelde (Foto Defense Studies)

Indonesia akan membangun kapal perang canggih Perusak Kawal Rudal (PKR) yang akan menghabiskan biaya sebesar 220 juta. Pendanaan pembangunan kapal milik TNI Angkatan Laut itu menggunakan skema kredit ekspor.

“Kita semua harus memahami bahwa project ini merupakan political will pemerintah,” ujar Kepala Badan Sarana Prasarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabadan Ranahan Kemhan) Laksda TNI Susilo, di Jakarta, kemarin.

Baca entri selengkapnya »


Demi Kedaulatan dan Kemandirian Negara, BPPH Kembangkan Riset Tentang Kapal Selam

September 27, 2010

Isu-isu pertahanan dan keamanan berkaitan dengan masalah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin sering bermunculan. Untuk menanggapi masalah-masalah tersebut serta menjaga kedaulatan NKRI maka kehandalan dan kelengkapan alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI sangat diperlukan.

“Sebagai negara maritim, idealnya diperlukan alutsista laut yang handal dan lengkap, tetapi belum dapat diwujudkan karena keterbatasan dana dan adanya efek berantai yang timbul akibat embargo. Dampak embargo ternyata tidak selalu merugikan. Berkat embargo muncul semangat untuk mengurangi ketergantungan pembelian alutsista luar negeri”, ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH), Erwandi saat ditemui di ruang kerjanya, Surabaya (22/09).

Baca entri selengkapnya »