Salah satu persoalan dalam pembuatan keramba apung saat ini adalah masa pakainya yang relatif pendek. Keramba apung dari kayu cepat lapuk, sedangkan dari drum cepat berkarat karena lama terendam di air. Namun, Sentra Teknologi Polimer (STP) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) kini menemukan solusinya, yaitu keramba terapung dari plastik yang bisa tahan sampai 50 tahun. Meski demikian, disarankan agar setiap 15 tahun keramba itu ditinjau ulang. ”Keramba ini pun dengan mudah dibongkar pasang sehingga dapat digunakan di sungai, danau, bahkan perairan di laut,” kata Rachmat Wijaya, perekayasa keramba apung plastik dari STP BPPT di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek) Serpong, Tangerang Selatan pada 13 Januari 2011.
MUHAMMAD THOHA: Lulusan SMA yang Bergelar ‘Sang Pakar Aeromodelling’
Januari 9, 2011
Muhammad Thoha bukanlah lulusan sarjana teknik, melainkan hanya orang biasa lulusan SMA yang berprofesi sebagai pekerja percetakan dan giat menekuni aeromodelling. Di balik kesederhanaan itu, bukanlah menjadi penghalang bagi dirinya untuk berkarya. Lelaki berusia 60 tahun itu hebat, tekun, dan memiliki semangat yang luar biasa. Bahkan, karya-karyanya tidak kalah bersaing dengan hasil karya orang yang memang mempelajarinya secara formal.
Rumah sederhananya di Condong Catur, Sleman, DI Yogyakarta dipenuhi tumpukan buku, seperangkat komputer, alat-alat rakit elektronik biasa, dan mesin jilid buku. Tak mengherankan kalau banyak orang menyebutnya sebagai bengkel kerja (workshop) ketimbang rumah karena setiap sudutnya dipenuhi barang-barang tersebut.
Kendati demikian, Thoha kerap didaulat menjadi pembicara oleh seorang profesor di depan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan topik aeromodelling, yaitu pesawat model yang lebih berat dari udara dengan ukuran-ukuran terbatas, mempunyai mesin, dan tidak dapat diawaki atau membawa manusia.
Uniknya, dengan barang-barang yang dimiliki seadanya itu dan wawasan pengetahuan autodidak, pria ini telah mengantarkan tim mahasiswa UGM menjadi juara II pada salah satu kategori kompetisi teknologi tepat guna kemahasiswaan se-Indonesia.
Sub Skimmer Karya Anak Bangsa, Speedboat Ini Mampu Menyelam
November 15, 2010Subskimmer Angkatan Laut (Foto Defense Studies)
Dalam pameran industri pertahanan yang digelar di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI-AL) juga memajang hasil karyanya sendiri yakni sebuah kendaraan tempur laut, speedboat Sub Skimmer.
Speedboat Sub Skimmer adalah kendaraan operasi tempur di laut yang sangat efektif dan praktis, karena mempunyai kemampuan bermanuver di permukaan laut sekaligus dapat menyelam di dalam air.
Sub Skimmer, perahu karet buatan PT Prima Maritim, rekanan TNI untuk pembuatan alutsista. Sekilas Sub Skimmer memang seperti perahu karet biasa lainnya. Namun peralatan dan teknologi cukup canggih yang dipasang, membuat perahu karet yang ini lebih luar biasa.
Indonesia Siap Bangun Kapal Perang Canggih Perusak Kawal Rudal (PKR)
November 15, 2010Kapal PKR-105 kerjasama bareng PAL – Damen Schelde (Foto Defense Studies)
Indonesia akan membangun kapal perang canggih Perusak Kawal Rudal (PKR) yang akan menghabiskan biaya sebesar 220 juta. Pendanaan pembangunan kapal milik TNI Angkatan Laut itu menggunakan skema kredit ekspor.
“Kita semua harus memahami bahwa project ini merupakan political will pemerintah,” ujar Kepala Badan Sarana Prasarana Pertahanan Kementerian Pertahanan (Kabadan Ranahan Kemhan) Laksda TNI Susilo, di Jakarta, kemarin.
Demi Kedaulatan dan Kemandirian Negara, BPPH Kembangkan Riset Tentang Kapal Selam
September 27, 2010Isu-isu pertahanan dan keamanan berkaitan dengan masalah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) semakin sering bermunculan. Untuk menanggapi masalah-masalah tersebut serta menjaga kedaulatan NKRI maka kehandalan dan kelengkapan alat utama sistem pertahanan (alutsista) TNI sangat diperlukan.
“Sebagai negara maritim, idealnya diperlukan alutsista laut yang handal dan lengkap, tetapi belum dapat diwujudkan karena keterbatasan dana dan adanya efek berantai yang timbul akibat embargo. Dampak embargo ternyata tidak selalu merugikan. Berkat embargo muncul semangat untuk mengurangi ketergantungan pembelian alutsista luar negeri”, ungkap Kepala Badan Pengkajian dan Penelitian Hidrodinamika (BPPH), Erwandi saat ditemui di ruang kerjanya, Surabaya (22/09).
Thamrin Usman: Penemu Metode Pembuatan Biodiesel-Kelapa Sawit Yang Lebih Efisien
September 27, 2010
Produksi bahan bakar nabati memerlukan proses produksi lebih panjang dibandingkan dengan produksi bahan bakar fosil. Ditambah masih tingginya biaya yang diperlukan, produksi bahan bakar nabati hampir kehilangan gemanya.
Bahan bakar nabati dari kelapa sawit, misalnya, baru bisa diolah setelah melalui proses ekstraksi, yakni buah kelapa sawit diolah menjadi minyak mentah atau crude palm oil (CPO).
Dengan proses ini, investasi yang diperlukan sangat besar karena memerlukan pabrik untuk mengolah kelapa sawit menjadi CPO. Selain biaya, waktu yang diperlukan untuk memprosesnya menjadi bahan bakar nabati siap pakai juga sangat panjang.
Korsel dan Jerman Tawarkan Proyek Kapal Selam
September 25, 2010
Surabaya – Dua perusahaan perkapalan asal Korea Selatan dan Jerman menawarkan proyek pembangunan kapal selam di PT Pal Indonesia.
“Ada dua perusahaan dari Korea Selatan dan Jerman yang mengajukan proposal kerja sama pembangunan kapal selam,” kata Direktur Utama PT Pal Indonesia, Harsusanto, di Surabaya, Rabu. Pertama adalah Daewoo, perusahaan perkapalan asal Korea Selatan yang menawarkan pembangunan kapal selam jenis Changbogo kelas 209. Disusul kemudian Thyssen/HDW, perusahaan perkapalan asal Jerman, yang juga menawarkan pembangunan kapal selam berkonsep propulsi bebas udara (“air independent propulsion”/AIP).
Roket RX-550 Buatan LAPAN Akan Dipamerkan Di IDAM Expo 2010
September 23, 2010
Kementerian Pertahanan setiap dua tahun sekali menyelenggarakan kegiatan pameran yang bersifat internasional yaitu Indo Defence Expo dan Forum. Untuk Tahun 2010, penyelenggaraan Indo Defence 2010 agak berbeda dengan pelaksanaan dua kali sebelumnya. Kali ini selain melibatkan peralatan darat juga peralatan laut dan udara. Dengan demikian Indo Defence 2010 dapat disebut Indo Defence, Indo Aerospace dan Indo Marine Expo (IDAM) 2010.
Pembangunan Kapal Perusak Rudal Libatkan 35 Desainer
September 23, 2010Surabaya – Pembangunan kapal perang jenis perusak kawal rudal pesanan Kementerian Pertahanan di PT PAL Indonesia senilai Rp2,2 triliun melibatkan sedikitnya 35 desainer handal dan 435 tenaga produksi.
“Kami punya 64 desainer di PT PAL ini, sebanyak 35 desainer terpilih yang kami libatkan dalam pembangunan kapal PKR (perusak kawal rudal). Mereka akan didukung 443 tenaga produksi,” kata Direktur Utama PT PAL Indonesia, Harsusanto, di Surabaya, Selasa.
Ingrid S Surono Raih Penghargaan di Yunani Melalui Penelitian Bakteri
September 21, 2010Seorang peneliti Indonesia Ingrid S Surono berhasil meraih penghargaan internasional di Yunani sebagai hasil penelitiannya tentang bakteri.
Perwakilan dari Indonesia itu melakukan presentasi lisan pada hari pertama mengenai probiotik asli Indonesia, yaitu bakteri baik Enterococcus faecium IS-27526, yang berasal dari dadih, makanan tradisional fermentasi susu kerbau dari Sumatra Barat.

Ditulis oleh weliyadi 














